Selasa, Mei 13, 2008

MEMBANGUN KOMPUTER LINUX CLUSTER

A. Instalasi Sistem Operasi
Sistem operasi yang dapat digunakan untuk cluster dapat bervariasi, mulai dari
Linux, FreeBSD, Sun OS dll. Pada dokumen ini hanya dijelaskan pembangunan
cluster dengan menggunakan satu operating sistem, yaitu Linux RedHat 7.2.
Pasanglah linux RedHat 7.2 dengan opsi instalasi minimum sebagai berikut:
- Programming
- Network
B. Pemilihan Topologi Jaringan
Berbagai topologi dapat digunakan dalam pembangunan komputer cluster. Topologi
cube dan hypercube dapat digunakan untuk membangun komputer cluster 4 dan 8
komputer dengan tanpa menggunakan switch hub.
Gambar dibawah menunjukkan topologi cube dan hypercube.
Pada topologi hypercube tiap komputer memerlukan minimal 2 network card, sedang
untuk topologi hypercube, tiap komputer memerlukan minimal 3 network card. Salah
satu komputer dari topologi tersebut perlu mempunyai network card tambahan untuk
koneksi jaringan komputer cluster dengan jaringan di luar.
Apabila menggunakan switch hub, maka otomatis topologinya menjadi hubungan
peer-to-peer, dimana tiap komputer terhubung interkoneksi satu sama lain. Dalam
hubungan dengan menggunakan switch hub, setiap komputer hanya perlu satu
network card. Penggunaan switch hub dapat meningkatkan performansi dari cluster
karena tiap-tiap komputer terhubung langsung satu sama lain (jarak koneksi = 1).
Jarak koneksi terjauh dari topologi cube adalah 2, sedang untuk topologi hypercube
adalah 3.
C. Set Jaringan
Setelah komputer terkoneksi dalam jaringan, langkah berikutnya adalah membangun
hubungan jaringan, sehingga memungkinkan setiap komputer pendukung cluster
dapat berinteraksi satu sama lain.
Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Tetapkan no. IP bagi tiap komputer
IP yang digunakan disarankan untuk menggunakan IP local seperti
192.168.1.xxx
Contoh:
Dua komputer digunakan sebagai cluster, IP-nya adalah192.168.1.1 dan
192.168.1.2
%vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

0 komentar: